Belajar dari Anime Run with the Wind (Sebuah Review)

Run with the Wind punya sisi lain yang tidak saya temukan pada anime sport populer yang lain
run with the wind anime


Banyak hal yang bisa dipetik dari sebuah kisah kehidupan, termasuk kehidupan fiksi. Inilah yang dapat saya simpulkan dari banyak menonton anime. Beberapa pekan terakhir saya banyak menyempatkan waktu luang untuk menonton anime Anime Run with the Wind (Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru) sebuah anime bertema olahraga yang tak kalah bagus dari anime sport terkenal seperti Haikyuu! dan Kuroko no Basket.

Baik itu Run with the Wind, Haikyuu dan Kuroko merupakan anime sport populer, walaupun di produksi di bawah rumah studio yang sama yaitu Production I.G. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Run with the Wind, sesuai dengan namanya mengambil tema olahraga lari, khususnya Lari Estafet. Karakter pemainnya adalah mahasiswa sehingga banyak di warnai oleh kehidupan kampus (beda dengan Haikyuu dan Kuroko yang berlatar kehidupan SMA)

Sekilas Info Run with the Wind

Judul asli Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru (風が強く吹いている)
Sumber awal Novel
Genre Sport, Drama
Jumlah episode 23
Produksi I.G Production
Rilis pertama anime Musim Gugur 2018
Rilis pertama Novel 2006
Author Shion Miura

Review Singkat Alur Cerita

Semua cerita dimulai dari satu tempat yaitu Mess (asrama/kosan bersama) murah yang disediakan oleh Universitas Kansei bernama Chikusei-so tempat dimana 9 mahasiswa tinggal bersama. Malam itu Mess  kedatangan anggota ke 10. Anggota ke 10 yang baru bergabung malam itu bernama Kakeru Kurahara yang kedapatan oleh Haiji Kiyose sedang berlari karena mencuri makanan, saat itu Kakeru adalah mahasiswa baru dan sedang kehabisan uang. Pertemuan tersebut berujung pada Kakeru tinggal di Mess Chikusei-so karena biayanya yang murah. 

Maka malam itu adalah malam yang spesial sekaligus pemicu konflik alur cerita. Diantara 10 orang tersebut tidak ada yang tau (kecuali Haiji) bahwa mess murah tersebut adalah asrama untuk anggota klub lari yang disediakan oleh kampus. Haiji yang banyak berperan mengurus asrama tersebut, mengumumkan saat makan malam bahwa mereka semua telah bergabung dalam klub lari dan akan ikut lomba estafet lari di Hakone-Tokyo. 

Seolah-olah ke-9 mahasiswa tersebut dijebak untuk bergabung dengan klub lari tersebut oleh Haiji. Malam perayaan penyambutan Kakeru sebagai anggota ke 10 mess tersebut kacau dikarenakan info dari haiji, terutama karena penolakan paling frontal datang dari Kakeru sendiri. Bukan tanpa alasan, Kakeru ketika SMA adalah atlet lari terkenal dan ia tau seperti apa track lari Hakone-Tokyo. Terlebih dengan anggota dadakan, amatir dan klub yang baru kembali berdiri, semua itu terasa mustahil. 

Hal paling ditonjolkan dari anime sport adalah sikap  semangat dan pantang menyerah. Mulai dari sini kita akan melihat bagaimana Haiji dengan sifatnya yang warm dan light terus mengajak dan mensiasati agar teman-temannya mampu untuk ikut track lari Hakone ekiden. 9 mahasiswa dari jurusan yang berbeda, Kakeru yang punya masa kelam ketika di klub lari SMA, ada niko senpai yang hobi merokok, si kembar joji dan jota yang lebih tertarik ke klub sepak bola, King yang kehidupannya kental dengan Life Quarter Crisis, Yuki mahasiswa hukum yang menolak hingga akhir untuk ikut perlombaan hingga Oji yang sangat tidak berkompeten ikut track lari ini, terutama karena fisik dan kemampuan atletis nya yang sangat tidak mumpuni. Musa dan Shindo mungkin adalah yang paling normal diantara mereka. 

Kisah yang Menghangatkan 

run with the wind character


Run with the Wind punya sisi lain yang tidak saya temukan pada anime sport populer yang lain. Perlu diingat jika latar cerita ini adalah kehidupan kampus, dimana mereka semua adalah perantau yang sama-sama hidup di tempat tinggal yang sama. Hal ini setidaknya sangat relate dengan kehidupan mahasiswa-mahasiswa kebanyakan. 

Ketika melihat karakter Kakeru saya teringat dengan karakter Kageyama dari Haikyuu. Karakter yang punya bakat dan kemampuan di bidangnya serta punya masa lalu yang buruk di sekolah sebelumnya, namun walau berbakat, Kakeru sangat menghormati seniornya yang lain, beda dengan kageyama yang saat emosinya labil, pernah membentak Asahi, senior sekaligus Ace di klub voli. Betigupun dengan karakter yang lain, Run with the Wind menggambarkan hubungan senior-junior yang tidak toxic. 

Estafet lari adalah olahraga yang tidak hanya menonjolkan kemampuan beberapa orang, namun melibatkan semua anggota yang terlibat di track lari. Karena itulah anime ini menonjolkan setiap pengembangan karakter tidak hanya Kakeru atau Haiji yang dari awal punya bakat di olahraga lari. Setiap usaha dan latihan yang mereka lakukan, motivasi yang selalu digaungkan adalah "Menuju Puncak" di Hakone. Karena itulah saya sendiri sangat menikmati alur cerita anime ini karena fokus pada perkembangan karakter serta usaha mereka ketimbang berkompetisi dengan pihak klub lain. 

Anime estafet lari ini tidak mengajarkan untuk fokus pada kompetisi, namun bagaimana semua anggota mampu bersama-sama membawa tujuan mereka ke puncak tertinggi. Tidak ada anggota yang hadir hanya untuk melengkapi syarat jumlah anggota di kompetesi, semuanya hadir karena mereka semua punya peran penting dalam perlombaan lari. 

Karakter Haiji Kiyose

run with the wind anime


Mungkin setiap orang ingin bertemu dengan tipe karakter eperti Haiji yang tidak pernah mengabaikan teman-temannya. Alasan mengapa Haiji sangat disukai karena usahanya yang gigih untuk menghidupkan kembali klub lari. Walaupun anggota yang terkumpul pada awalnya tidak menunjukkan bakat apapun, setiap hari ia selalu mengumpulkan mereka untuk berlatih dan terus berlatih. Haiji juga yang mengatur agar sarapan dan makan malam selalu tersedia di mess (Haiji yang memasak). 

Mungkin orang lain akan merasa mustahil untuk ikut estafet lari yang berjarak total lebih dari 200 km, dengan anggota yang amatir terlebih bersanding dengan klub lain yang sudah lama terlatih dan lebih berpengalaman. Inilah yang dipikirkan oleh semua anggota klub kansei, namun Haiji terus yakin dan optimis hingga sikap itu menular pada anggota lainnya. 

Kakeru yang punya masa lalu buruk di klub SMA nya menjadikannya selalu pesimis dengan perlombaan lari. Terlebih ia sering bertemu dengan teman SMA nya. Namun karena kehadiran Haiji dan anggota klub lari lainnya ia jadi tau bahwa kita tidak bisa membuat semua orang senang, namun cukuplah berkumpul dengan orang-orang yang peduli dan menyayangi mu. 

Mungkin jika kamu mahasiswa yang dalam perantauan, cerita anime ini akan lebih berkesan. Pengalaman tinggal bersama satu atap dengan teman, punya tujuan dan motivasi yang sama dan terkadang punya konflik yang memecah, semua itu akan jadi kisah indah yang nantinya bisa dikenang. 

Fasliah.id

Post a Comment