Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat : Pesan yang Harus Diketahui Semua Orang!

review sebuah seni untuk bersikap bodo amat






The Subtle Art of Not Giving a F*ck

atau yang berjudul terjemahan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat merupakan buku yang fenomenal di Indonesia sejak terbitnya pertama kali tahun 2018. Buku yang ditulis oleh Mark Manson ini dijual laris di toko buku Indonesia dan masuk dalam jajaran best seller. Bahkan New York Times menempatkan buku ini di posisi 6 buku terlaris versi NYT.

Mark Manson sendiri sebelumnya terkenal sebagai blogger. Blog nya Markmanson.net bertengger di peringkat 5 ribu versi Alexa. Ia menulis banyak tentang pengembangan diri, hingga puncaknya semuanya dituangkan dalam buku keduanya ini, yakni 'Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat'. 

Pada dasarnya ada beberapa hal mengapa buku ini sangat laku dalam hal penjualan dan membuat jutaan orang tertarik untuk membacanya (termasuk saya sendiri). 

1. Judul buku yang 'nyentrik'

Saya sendiri mencari informasi tentang buku ini karena tertarik dengan judulnya yang terkesan 'nyeleneh'. Buku yang ingin mengajarkan bagaimana bersikap untuk bodo amat, bukankah bodo amat sendiri adalah sikap yang buruk karena berbanding terbalik dengan sikap peduli? 

Belum lagi jika dilihat dari judul aslinya yang memang menyiratkan satu kata yang jika diterjemahkan ke bahasa indonesia merupakan kata yang kasar. Namun dari judul yang sepeerti inilah saya tertarik untuk membacanya dan anggapan saya buku ini memberi ide tentang 'bodo amat' yang benar-benar berbeda. 

Hal seperti ini sebenarnya sudah biasa dalam marketing untuk mendongkrak penjualan, namun kebanyakan isi dengan pesan iklan sangat berbeda sehingga membuat pembeli kecewa. Nah buku Sebuah Seni Untuk bersikap Bodo Amat ini sangat relate bukan hanya dengan isi bukunya, tapi juga dengan kehidupan kita sekarang. 

2. Pesan yang melawan nasehat mainstream

Bodo Amat sangat identik dengan lawannya sikap peduli. Jika sifat peduli adalah sifat yang terpuji maka sifat bodo amat pasti sebaliknya kan? Itulah yang kebanyakan orang-orang ketahui. Mark Manson dalam buku ini menjelaskan bahwa sifat bodo amat sangat diperlukan dalam banyak hal, terutama di kehidupan masyarakat sekarang. 

Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat ingin menyampaikan bahwa manusia hanya punya kepedulian dalam jumlah yang sangat terbatas dan untuk beberapa hal kita pada dasarnya tidak boleh peduli. Misalnya Bodo Amat pada budaya masyarakat sekarang yang terfokus pada 'menjadi lebih baik', 'menjadi lebih bahagia', 'menjadi lebih positif'. 


Budaya ini menuntut kita untuk mengubah diri kita menjadi pribadi tertentu. Padahal yang terbaik adalah mengakui secara jujur kekurangan dan kelemahan diri sendiri. Menurut Mark Manson, jika seorang pribadi dianggap sebuah kegagalan, maka seharusnya ia nyaman dan menerima dirinya yang disebut gagal itu. 

3. Kisah dan Contoh yang membuat pembaca semakin antuasias

Saya tidak pernah membaca cerita yang tidak bisa saya terka ending dan pesan yang tersirat didalamnya, kecuali cerita-cerita menarik kecuali dalam buku Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat. Misalnya kisah tentang penulis dan sastrawan Charles Bukowski. Sebagai orang yang jarang bahkan tidak pernah membaca sampai habis novel bahasa Inggris saya tidak pernah membaca kisah Charles Bukowski. Mark Manson menceritakan kisahnya sekaligus pesan dibaliknya dengan cara yang tidak bisa ditebak akhirnya, 

Charles bukowski adalah penulis amerika yang terbilang sukses. Namun dibalik kesuksannya ada terdapat kehidupan yang penuh dengan depresi, penuh dengan bayang-bayang alkohol, perjudian dan pelacuran. puluhan tahun hidup penuh kegagalan. Kunci ia sukses pada umur pada umur 50 tahun adalah menerima kegagalan itu semua dan 'tidak berusaha'.

Selain kisah Bukowski, ada lagi kisah-kisah 'tak terduga' yang dijadikan perumpaan Mark Manson dalam memulai bahasan yang baru. Ada kisah tentang Panda nyinyir, pangeran yang tidak mengenal penderitaan,  Jimmy yang merasa istimewa. Banyak lainnya!!

4. Nasehat wajib bagi anak muda yang menjalani hidup dewasa

Siapakah audiens terbanyak buku ini jika dihitung dari rentang usia? tentu saja anak-anak muda yang sedang menjalani usia produktif. Mark Manson mengkritisi kehidupan era modern sekarang yang penuh dengan permasalahan, terutama dalam hal pengembangan diri yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Dalam buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Mark Manson mengkritik harapan-harapan mengenai diri di masa depan dan harapan masyarakat. Harapan mengenai semua orang harus menjadi pemenang adalah ilusi, karena tidak smeua orang bisa menjadi pemenang dan kita harus menerima dan berdamai dengan fakta tersebut. 

Kisah Jimmy yang menganggap hidupnya istimewa adalah gambaran anak muda yang harus membaca buku ini sampai selesai agar usia produktifnya tidak habis untuk mengejar harapan-harapan delusional. Karena kunci kesuksesan sendiri adalah mengerti tentang batasan-batasan diri, menerima kegagalan dan memeluk semua erat permasalahan dan penderitaan yang ada. 

Kesimpulan

Review buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson ini sangat cocok untuk menyelingi kesibukan, terutama di saat WFH sekarang. Buku ini tidak membuat pembaca lucu terbahak-bahak, namun membuat pembaca seakan menyelami ide-ide yang sangat jarang dijumpai. 

Bagi kamu yang sedang merasa stuck dan bermasalah dengan pekerjaan, tugas kuliah ataupun lainnya, coba deh baca buku ini. Baca dengan baik dan pahami agar tidak salah kaprah dengan ide yang disampaikan penulis. Ide-ide 'bodo amat' dari Mark Manson menurut saya malah membuat semangat bekerja dan menerima semua kekurangan. 

Informasi Buku :

Judul : The Subtle Art of Not Giving a F*ck (Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat)
Penulis : Mark Manson
Editor : Adinto F. Susanto
Penerbit : HarperOne
Penerbit indonesia : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
ISBN : 978-602-452-698-6
Halaman : 246