Ulasan Dark Waters : Film Hukum Rekomendasi Untuk Praktisi Hukum dan Aktivis Lingkungan - Fasliah.id

Friday, December 18, 2020

Ulasan Dark Waters : Film Hukum Rekomendasi Untuk Praktisi Hukum dan Aktivis Lingkungan

review dark waters


Tidak banyak orang yang menjalani profesi untuk melakukan suatu perubahan yang sekiranya sulit diwujudkan. Pengacara termasuk profesi yang menuntut adanya perubahan terhadap kondisi sekitarnya. Perjuangan seorang pengacara ini bisa dilihat dari sebuah film yang rilis November 2019 lalu. Film ini memang kurang populer di masyarakat luas, namun para praktisi hukum dan aktivis lingkungan tidak asing lagi dengan film yang satu ini. Dark Waters merupakan sebuah kisah nyata yang diambil dari penggalan hidup Rob Billots, seorang pengacara yang dikenal karena tuntunannya terhadap Duppon, perusahaan kimia terbesar di dunia. 

Sebuah film yang menggangkat tema hukum dan lingkungan sangat jarang diangkat menjadi film box office dan diputar tidak hanya di tempat kisah ini berasal, namun seluruh dunia. Karena itu kehadiran film Dark Waters ini tidak boleh dilewatkan oleh para praktisi hukum terutama yang konsen terhadap isu lingkungan. Banyak sekali pelajaran dan spirit yang dapat diambil dari film ini, terutama berkaitan dengan moral seorang advokat/ pengacara. 

Film ini sekaligus mengungkap bagaimana pentingnya perlindungan lingkungan hidup serta kaitannya dengan posisi hukum dalam perlindungan lingkungan hidup itu sendiri. Lingkungan hidup juga mempunyai unsur yang sangat luas yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup manusia. Pentingnya perlindungan lingkungan hidup itu terlihat dalam perjuangan sang pengacara Rob Billots dalam menyeret Duppon ke pengadilan yang membutuhkan waktu yang sangat lama dan pengorbanan yang tidak sedikit. 

Dark Waters : Keruhnya Jalan Gugatan Terhadap Perusahaan Pencemar Lingkungan


Dark Waters merupakan film yang diambil dari kisah nyata seorang pengacara Rob Billots ketika ia menghadapi kasus pelanggaran terhadap lingkungan hidup yang dilakukan oleh Perusahaan Kimia Duppon. Film ini ditayangkan melalui bioskop Indonesia sejak 27 November 2019 disutradarai oleh Todd Haynes dan diperankan oleh Mark Ruffalo sebagai sang pengacara yaitu Rob Billots. 

Film ini dimulai dengan kehidupan Rob Billots sebagai pengacara yang bekerja di firma hukum Taft Stettinius & Hollister, sebuah firma hukum yang selama ini menjadi penasihat hukum perusahaan-perusahaan besar termasuk Perusahaan Kimia Duppon. Suatu saat Billoots menerima telpon dari seorang peternak di sebuah perkampungan di Virginia Barat. Peternak yang bernama Wilbur Tenannt mengatakan bahwa beberapa sapinya mati sekarat.

Tennant percaya bahwa perusahaan kimia DuPont yang mempunyai lahan di Parkersburg 35 kali lebih besar dari luas lahan di Pentagon lah yang bersalah dan harus bertanggungjawab. Sebelum ia datang ke kantor firma hukum Taft Stettinius& Hollister di Ohio, ia telah mencari bantuan hukum ditempatnya namun perusahaan DuPont telah menguasai semua. Ia sebelumnya telah meminta bantuan pada politisi lokal, jurnalis, akademisi dan veteran. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1998.

Film kemudian memperlihatkan bagaimana awalnya dampak kerusakan lingkungan terjadi, ternak-ternak yang mati dengan mengenaskan karena keracunan. Sebelum sampai di peternakan Tennant, ia juga melihat seorang anak perempuan remaja yang sedan asyik bermain tersenyum dengan gigi-gigi hitam yang tak wajar. 

Setelah itu karena didorong perasaan sayang pada kampung halamannya, Billots memulai pekerjaannya sebagai pengacara yakni berusaha untuk membawa kasus ini ke pengadilan berwenang. Namun tidak sesederhana itu, kesulitan demi kesulitan harus dihadapi. Mulai dari sulitnya mengumpulkan alat bukti dan barang bukti sebagai pembuktian di pengadilan. Bermalam-malam ia sibuk untuk mengumpulkan dokumen-dokumen mengenai pencemaran yang dilakukan Perusahaan Duppon. 

Perusahaan Duppon telah diduga mencemari air minum dengan PFOA yakni bahan kimia beracun yang menjadi bahan utama yang digunakan dalam membuat teflon. Pada awalnya Billots mengajukan gugatam atas nama Tennant, namun ia kemudian mengajukan gugatan Class Action yang mewakili 70.000 orang yang tinggal di sekitar pabrik DuPont beroperasi. PFOA sendiri merupakan senyawa kimia yang telah terbukti memiliki hubungan dengan mnculnya berbagai penyakit semisal kanker. 

Namun tetap saja bagi pengacara yang belum genap sebulan bekerja di firma hukum yang sering menjadi penasihat hukum DuPont, banyak sekali tantangan yang harus ia hadapai dimulai dari ancaman terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya, lamanya proses pencarian barang bukti dan proses di pengadilan. Pada akhirnya di tahun 2017, setelah 19 tahun lamanya ia berhasil menyeret DuPont ke pengadilan dan memenangkan gugatan hingga hakim mewajibkan perusahaan untuk mengganti rugi sebesar 671 Dollar AS kepada para penggugat. 

Dalam kurun waktu 19 tahun tersebut, 1 kasus berhadapan dengan raksasa DuPont telah memberinya pengalaman atas hilangnya dukungan firma terhadap kasusnya walaupun karena kinerjanya yang baik firma kebali memberi dukungan. Hingga orang-orang yang berusaha untuk menerornya dan yang paling sulit adalah mencari barang bukti pencemaran oleh perusahaan dan dokumen yang menjelaskan betapa bahayanya senyawa kimia PFOA atau Perfluorooctanoic (biasa disebut C8). 

Pekerjaan Rumah yang Tidak Pernah Sudah


Dark Waters merupakan film yang sangat spesial bagi masyarakat yang peduli terhadap isu lingkungan hidup. Film ini juga secara tersurat memperlihatkan betapa pentingnya aspek hukum dalam upaya perlindungan lingkungan hidup. Lingkungan hidup itu sendiri sangat luas dan memiliki aspek tersendiri. Pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh DuPont merupakan awal dari kerusakan yang terus berefek pada aspek-aspek dalam lingkungan hidup. Ternak-ternak masyarakat yang mati dan ratusan orang yang terjangkit penyakit keras merupakan salah satu akibat dari buruknya pengelolaa dan perlindungan lingkungan oleh salah satu aktor lingkungan hidup yakni perusahaan. 

Kisah Rob Billots mungkin hanya satu dari banyak para advokat yang bekerja untuk menyelamatkan lingkungan hidup yang terancam rusak akibat buruknya pengelolaan dan perlindungan di dalamnya. Sebagaimana yang pernah Rob Billots katakan kepada times.com bahwa gugatan memang dimenangkan namun perjuangan masih panjang. Isu-isu terkait pencemaran lingkungan akan terus ada dan saat itulah banyak pihak bisa mengambil peran untuk mencegah da mengatasi pencemaran tersebut, termasuk profesi bidang hukum. Overall Film ini sangat direkomendasikan untuk para praktisi hukum dan aktivis lingkungan!

Fasliah.id

Share with your friends

Featured

[Featured][recentbylabel]