window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'UA-144367713-3'); Review Novel : Negeri 5 Menara - Fasliah.id

Friday, April 3, 2020

Review Novel : Negeri 5 Menara


Negeri 5 Menara – Apakah anda termasuk salah satu pecinta novel? Rasanya akan kurang bilamana anda belum pernah membaca novel yang satu ini. Novel Negeri 5 Menara merupakan salah satu novel yang populer di Indonesia. Banyak orang yang suka membaca novel ini karena ceritanya benar-benar sangat menarik. Novel ini bisa dibaca untuk siapa saja baik itu anak-anak, remaja, maupun dewasa. 

Novel Negeri 5 Menara diciptakan oleh salah satu novelis, wartawan, sekaligus pekerja sosial yang bernama Ahmad Fuadi. Novel Negeri 5 Menara ini merupakan novel pertama yang dirilis oleh Ahmad Fuadi. Ia sudah menciptakan banyak karya setelah merilis novel Negeri 5 Menara dalam trilogi novelnya.

Buku Negeri 5 Menara diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama sebagai salah satu perusahaan buku terkenal di Indonesia. Buku ini memiliki ketebalan hingga 423 halaman yang sudah didesain dengan sempurna. Ada banyak hal yang bisa didapatkan oleh pembaca apabila melihat isi dari novel yang satu ini.



Pembaca dapat terinspirasi untuk terus menuntut ilmu dan juga meraih cita-cita setinggi mungkin. Untuk umat muslim banyak manfaat yang bisa di ambil karena ada banyak ilmu Agama Islam yang terkandung di dalam buku Negeri 5 Menara. Orang yang ahli dalam ilmu agama juga bisa memahami berbagai ilmu pengetahuan umum lainnya di novel ini.

Selain kelebihan, ada juga kekurangan yang menjadikan ada orang-orang yang kurang tertarik membacanya. Kekurangan yang ada di dalam novel ini salah satunya adalah terdapat bahasa Arab yang belum diterjemahkan. Bahasa yang dimengerti oleh pembaca akan sulit dipahami.

Sinopsis Novel Negara 5 Menara

Awal mula cerita dari novel ini yaitu ketika terdapat lima orang yang sedang mondok di pesantren, kelima anak tersebut bertemu kembali ketika sudah dewasa. Mereka sama-sama membayangkan akan bertemu dengan temannya di bawah menara masjid. Novel ini diperankan oleh si penulis sendiri sebagai tokoh utama yang bernama Alif. Ia berasal dari Sumatera Barat, tepatnya di Desa Buyur.

Kedua orang tua Alif berharap kepada anaknya supaya kelak menjadi seorang guru Agama. Ayah dan Ibu alif menginginkannya supaya lebih dipandang di kampungnya sebagai anak yang budiman dan memiliki akhlak mulia. Menjadi Anak yang sholeh menjadi hapan yang sangat luar biasa untuk kedua orang tua alif kepada anaknya.

Disisi lain, Alif sendiri memiliki keinginan lain dari yang diharapkan oleh kedua orang tuanya. Alif ingin menjelajah dunia luar dan pergi ke luar kota. Ia ingin sukses seperti orang-orang di luar sana yang sudah berhasil dalam menjalankan usahanya dan meraih kesuksesan. Keinginannya yang bertentangan dengan harapan orang tuanya menjadikan dirinya seperti buah simalakama bagi dirinya.

Orang tuanya yang berkeinginan supaya Alif tetap berada di kampungnya dan menjadi salah satu penerus guru Agama. Beruntung Alif memiliki paman yang sedang menjalankan kuliah di Kairo. Semenjak dihasut oleh Pamannya, akhirnya kedua orang tua Alif memberikan ijin kepada Alif untuk pergi merantau. Alif merantau untuk mondok di Gontor, Jawa Timur dan disinilah kisah Alif dimulai.

Alif mendapatkan peristiwa yang mengesankan saat pertama kali mondok, yakni kalimat “man jadda wajada” barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapatlah ia. Kalimat tersebut langsung masuk ke dalam pikiran Alif. Ia sangat terkesan dengan berbagai hal yang telah didapatkan di dalam pondok.

Hingga suatu saat, Alif bertemu dengan teman baru di pondok yang bernama Raja alias Adnin Amas, Atang alias Kuswandi, Baso alias Ikhlas Budiman, Said alias Abdul Qodir, dan Dulmajid alias Monib. Kelima temannya tersebut memiliki kebiasaan unik pada saat sore hari yaitu berdiri di bawah masjid sambil melihat ke atas awan. Kelima anak tersebut memiliki impian masing-masing yang sellau mereka ingin gapai.

Seperti yang digambarkan oleh Alif, ia melihat bentuk awan yang ada di atas Masjid tersebut seperti bentuk Benua Amerika. Ia ingin mengunjungi sebuah negara yang ada di luar Negeri setelah lulus nanti. Dan impian mereka berlima pun tersampaikan, setelah melewati banyak rintangan saat mondok, mereka kembali dipertemukan disaat sudah dewasa. Mereka bertemu di Inggris beberapa tahun setelah mereka lulus mondok.

Pertemuan mereka benar-benar tidak diduga sama sekali, mereka berlima yang memiliki kebiasaan memandang langit kembali dipertemukan di tempat yang menjadi impiannya. Mereka semua pun bernostalgia antara satu sama lain mengingat kejadian disaat mondok waktu bersama-sama.

Pikiran alif bahwa di pesantren hanyalah tempat yang kuno, kampungan dan lain sebagainya, Ternyata itu semua salah, justru ada banyak hal yang bisa didapatkan oleh Alif. Pesantren menjadikan dirinya lebih disiplin dan juga bertanggung jawab. Semua hal yang dipelajari saat mondok memiliki manfaat yang sangat besar. Mereka di pesantren mengalami banyak hal dan terus yang dibimbing oleh para guru-guru disana sehingga memiliki mental yang kuat seperti baja.



Alur dan Penokohan

Berbicara soal alur dan penokohan, isi novel Negara 5 Menara ini benar-benar dibuat secara runtut. Alur yang digunakan adalah campuran, dimana kisahnya menceritakan seseorang dari kecil hingga besar, dan terdapat flashback pada cerita di dalam novel Negara 5 Menara tersebut. Alur yang jelas menjadikan pembaca lebih mudah memahami cerita yang terkandung di dalamnya.

Sementara untuk penokohan pada novel Negara 5 Menara ini juga cukup jelas mengenai masing-masing setiap karakter. Percakapan antara tokoh yang satu dengan tokoh lainnya tertata dengan rapi. Kata-kata yang diutarakan juga tidak berlebihan dan mudah dipahami oleh si pembaca. Orang yang membaca novel Negara 5 Menara ini akan sangat terkesan dengan cerita yang ada di dalamnya.

Hal Menarik Novel Negara 5 Menara

unsur menarik dalam suatu novel menjadi salah satu hal terpenting supaya novel buatannya benar-benar disukai oleh banyak orang. Semakin menarik cerita yang disampaikan, maka kesempatan untuk mendapatkan banyak pembaca akan semakin besar. Ketertarikan itulah yang mampu menjadikan seseorang untuk terus membacanya dari awal hingga selesai.

Biasanya seseorang akan mudah bosan apabila membaca sebuah novel. Ceritanya yang cukup panjang tentu membuat bosan dan mudah mengantuk apabila tidak disisipi unsur menarik di dalamnya. Berbeda dengan novel Negara 5 Menara, anda akan mendapatkan banyak hal menarik bila sudah membaca novel yang satu ini. Dari awal hingga akhir tidak akan membuat anda bosan untuk terus membacanya. 

Kesimpulan Novel Negara 5 Menara

Novel Negara 5 Menara karya Ahmad Fuadi benar-benar memiliki kualitas yang sangat baik. Mulai dari segi alur cerita, pertokohan, sifat, dan berbagai unsur lainnya sangat mudah dipahami dan dicerna oleh para pembaca. Cerita yang ada di dalamnya juga memiliki kualitas yang sangat baik. Tak heran jika banyak orang yang tertarik untuk membaca novel Negara 5 Menara!

Salam hangat!
Fasliah.id

Share with your friends